Katanya Ilmu itu Harus Gratis? Sekolah dimana sih Ente Dulu?

BloggerMalas.ID - Siang itu saya sedang berselancar ria di facebook, baca-baca status para mastah blogger (baca: master blogger), soalnya teman saya di facebook kebanyakan blogger. setelah scroll atas-bawah.. atas-bawah.. atas-bawah.. aaahh.. ahh.. aaahhh..#apasiih hahaa... eitts tiba-tiba mata saya tertuju pada status salah seorang blogger yang ngakunya siiih, kayanya siiiiih mastah, tapi tau dah, mastah apa mastin? soalnya susah bedain dia sama ekstrak kulit manggis hahaha.. sorry bro its a joke. berikut penggalan statusnya :



Nah entah kenapa kok hati saya merasa terganggu dengan status tersebut, seolah-olah gak terima, jiwa saya gak tenang, mau komen tapi nanti malah merusak reputasi saya sebagai silent reader terus saya di ejek sebagai blogger mental gratisan.. hahahaha.. >_<

Saya jadi teringat, dulu waktu saya masih kuliah, saya punya kawan yang sangat giat belajar, orangnya kritis, semua buku dilahap, semua orang diajak berdiskusi, menurut dia semua orang itu guru. Ah.. saya pun terkagum-kagum padanya. Bukan hanya karena semangat belajarnya, bukan hanya karena kepintarannya, tidak hanya itu. Pernah suatu ketika saya bertanya : bro sebenernya apa sih tujuan lu belajar? dia pun menjawab dengan mantap : "tujuan gue belajar, supaya gue bisa bagi ilmu gue buat semua orang yang belum memiliki kesempatan untuk belajar". JLEEB.. dari situlah sepertinya orientasi belajar saya berubah

Jika di telusuri lebih dalam, perkataannya tentu tidaklah salah, apa lagi jika dikaitkan dengan tujuan dan hakikat belajar itu sendiri. Atau jika dikaitkan dengan status facebook yang saya bahas di awal, maka pertanyaannya adalah, apa sih sekolah, mengapa sekolah, dan apa tujuannya sekolah. Berikut sedikit ulasan dari saya tentang itu semua.

Sejarah Sekolah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sekolah memiliki arti : bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran. tapi pernahkan terpikirkaan oleh teman-teman kenapa harus ada sekolah, dari mana sekolah berawal.? ini sering luput dari perhatian kita. karena sebenarnya, dalam bahasa aslinya, yakni kata skhole, scola, scolae atau schola (Latin), kata itu secara harfiah berarti “waktu luang” atau “waktu senggang”. Pada zaman Yunani kuno, masyarakat mempergunakan waktu luang yang mereka miliki untuk mendatangi suatu tempat atau mengunjungi seseorang yang pandai dalam hal tertentu. Mereka berbagi ilmu pengetahuan yang menurut mereka penting dan dibutuhkan. Gratiss broo gak pake bayar.. :p

Hari ini, sekolah sebagai institusi pendidikan, memiliki tugas untuk memberikan pendidikan/pembelajaran/tranformasi ilmu kepada masyarakat seperti yang telah di atur oleh undang-undang, dan menjadi kewajiban negara agar semua warganya mendapatkan pendidikan yang layak.

Kenapa Ilmu itu Harus Gratis?? Kenapa nggak!
Terus kenapa musti gratis? yang pertama adalah kembali ke hakiakat dari pendidikan itu sendiri, yang ke dua seperti yang sudah saya sebutkan diatas, mendapatkan pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan merupakan kewajiban pemerintah untuk memastikan setiap warga negaranya mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah gratis sudah banyak di terapkan di negara-negara lain, saat ini pun sudah mulai diterapkan di Indonesia, meskipun masih banyak embel-embel uang ini-itu.

Sedangkan bagi kita sebagai individu, pada dasarnya mengolah ilmu dan mengamalkan ilmu adalah aktivitas dalam pemenuhan tuntutan fitrah manusia. Ilmu harus mampu memanusiakan manusia seutuhnya, dan mampu mencegah, membentengi, dan melindungi dari setiap upaya yang melanggar hak asasi manusia. bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Kesimpulan
Silahkan disimpulkan masing-masing, saya yakin teman-teman memiliki pendapat tersendiri mengenai hal ini. Tapi ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan disini, buat teman-teman yang jualan ilmu, silahkan tidak ada larangan, namun saya agak kurang setuju dengan sebutan mental gratisan. berikut alasan saya :

  1. ilmu itu harus gratis, karena datangnya dari yang di Atas.
  2. Kamu mau berbagi atau tidak, itu terserah kamu, bahkan mau jual ilmu yang kamu punya pun silahkan, tapi tidak dengan merendahkan orang lain
  3. Bertanya adalah proses belajar, orang bodoh yang banyak tanya tentu lebih baik dari pada diam saja, karna lama-lama tentu bisa menjadi pintar, atau setidaknya ilmunya akan bertambah. Jika kamu bisa (ridho dan ikhlas) jawab pertanyaannya, silahkan jawab, jika tidak, tidak perlu men-stereopte dengan sebutan "mental gratisan.".

Gak semua orang mampu bayar sekolah, beli buku tulis, beli text book, sepatu, tas dll.. oh teman ucapanmu yang menyatakan "Katanya sih ilmu itu harus gratis, oh gitu ya? terus Ente sekolah gratis ya dulu? sekolah dimana sih ente gratisnya?" - sungguh-sungguh sangat melukai hati saya. Terus terang saya termasuk salah satu orang yang tidak mampu meneruskan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi karena kesulitan biaya. Lantas apakah karena kesulitan tersebut kemudian membuat saya menjadi hina, atau apakah kemudian membuat saya kehilangan semangat untuk terus belajar?. saya rasa jawabannya tentu tidak..

Mari terus belajar, mari terus berbagi. tulisan ini hanya sebagai renungan untuk saya pribadi, tidak lebih.. no offense!!

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Katanya Ilmu itu Harus Gratis? Sekolah dimana sih Ente Dulu?"

  1. Setuju dgn poin no 2. Di grup masak memasak juga kdg ada yg begitu. Hobi minta resep sama sesama bakul rumahan, tapi giliran ditanya tips (cuma tips aja lho, bukan resep), eh doi pelit bangeet hehe. Yg buka kursus/jual beli resep jg sometimes sinis sama karya org lain yg dianggap ga sebagus karyanya. Tapi alhamdulillah masih banyak teman yg rela berbagi.

    BalasHapus

Komentar di moderasi, komentar yang tidak sesuai dengan topik artikel dan/atau mengandung unsur spamm TIDAK akan di tampilkan.